Sleman, 19 Juni 2025 – SMK Muhammadiyah 1 Moyudan kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung pendidikan inklusif dengan mengirimkan salah satu guru terbaiknya, Ibu Nurul Qamariyah, sebagai instruktur dalam Workshop Identifikasi dan Asesmen Peserta Didik Berkebutuhan Khusus (PDBK).
Kegiatan ini diselenggarakan oleh Dinas Pendidikan Khusus (Diksus), Dinas Pendidikan, Kepemudaan, dan Olahraga (Dikpora) Daerah Istimewa Yogyakarta, dan berlangsung selama tiga hari, mulai Selasa hingga Kamis, 17–19 Juni 2025, di H-Boutique Hotel, Sleman.
Workshop diikuti oleh 82 guru SMA dan SMK dari seluruh wilayah DIY. Tujuannya adalah memberikan pemahaman mendalam dan pendampingan teknis kepada para guru mengenai penerimaan, identifikasi, asesmen, serta penyusunan akomodasi kurikulum yang sesuai bagi peserta didik berkebutuhan khusus.
Kehadiran Ibu Nurul Qamariyah sebagai salah satu instruktur sekaligus Guru Pembimbing Khusus (GPK) SMK Muhammadiyah 1 Moyudan menjadi bukti nyata atas kompetensi dan dedikasi sekolah dalam mengembangkan pendidikan yang ramah dan inklusif. Selain Ibu Nurul, turut hadir pula sebagai instruktur Ibu Fitri dan Ibu Redita dari sekolah lain yang juga berpengalaman dalam bidang pendidikan khusus.
Dalam keterangannya, Ibu Nurul menyampaikan pentingnya pelatihan seperti ini untuk terus dilaksanakan secara berkelanjutan.
“Kegiatan ini sangat penting dan harus dilakukan kembali pada tahun anggaran selanjutnya, terutama untuk guru SMA dan SMK di DIY yang belum terundang. Harapannya, semakin banyak guru yang memahami dan sadar akan pentingnya sekolah inklusi, serta tahu langkah-langkah konkret yang harus dilakukan saat ada PDBK di sekolah atau saat penerimaan peserta didik baru,” jelasnya.
Partisipasi aktif SMK Muhammadiyah 1 Moyudan dalam kegiatan ini diharapkan dapat memberikan dampak positif dalam memperluas wawasan dan meningkatkan kompetensi guru-guru DIY dalam mewujudkan sekolah yang inklusif dan berkeadilan bagi semua peserta didik.
