Hizbul Wathan SMK Muhammadiyah 1 Moyudan menyelenggarakan kegiatan Latihan Dasar Kepemimpinan Penghela (LDKP) 2026 pada Jumat–Sabtu, 13–14 Februari 2026, bertempat di Kali Boyong Camp, Pakem, Yogyakarta. Kegiatan ini menjadi bagian dari proses pembinaan kader Penghela dalam memperkuat karakter, kepemimpinan, serta tanggung jawab organisasi melalui wadah Dewan Kerabat.
LDKP 2026 melibatkan Panitia Dewan Kerabat Penghela (DKP) kelas XII, Anggota Dewan Kerabat kelas XI, serta Calon Anggota Dewan Kerabat kelas X. Kegiatan ini juga didampingi oleh para pembina, yaitu Wahyu Suprihatin, S.I.Pust., Nicko Fian Vebri, S.Pd., Anik Kurniawati, S.Pd., Ephy Purnamaeti, S.Pd., dan Achmad Nurdyanto, S.Pd., serta didukung oleh tim dari Kwarda Sleman.
Penguatan Nilai Kepanduan dan Ujian Kenaikan Tingkat
Kegiatan diawali dengan penyampaian materi Kode Kehormatan Pandu oleh Ramanda Rahmad dari Kwarda Sleman. Materi ini membahas Janji Pandu, Undang-Undang Pandu Hizbul Wathan, serta implementasinya dalam kehidupan sehari-hari. Ditekankan bahwa seorang Penghela harus mampu menjadi pribadi yang amanah, berkarakter, dan siap mengabdi kepada agama, bangsa, serta persyarikatan.
Setelah sesi materi, peserta mengikuti Ujian SKT dan SKP sebagai syarat kenaikan tingkat. Anggota kelas XI mengikuti ujian SKP tingkat II, sedangkan calon anggota kelas X mengikuti ujian SKP tingkat I. Ujian ini dilaksanakan oleh enam penguji dari Kwarda Sleman dan menjadi bagian penting dalam proses pembinaan mental, kedisiplinan, serta tanggung jawab kader.
Malam Pembaretan: Simbol Amanah dan Kehormatan
Malam pembaretan menjadi momen yang paling dinantikan sekaligus penuh makna. Prosesi ini menandai resminya anggota menjadi bagian dari Dewan Kerabat Penghela Hizbul Wathan SMK Muhammadiyah 1 Moyudan. Pemakaian baret bukan sekadar seremonial, tetapi simbol kesiapan memikul amanah, menjaga kehormatan, dan berkomitmen menjalankan tugas organisasi dengan integritas.
Jelajah Desa dan Penguatan Kerja Sama
Memasuki hari kedua, kegiatan dilanjutkan dengan jelajah desa dan outbound. Dalam kegiatan ini, peserta belajar mengenal lingkungan, menumbuhkan kepedulian sosial, serta membangun kekompakan tim. Tantangan yang dihadapi selama kegiatan menjadi sarana untuk melatih keberanian, ketangguhan, serta rasa saling percaya antaranggota.
Materi selanjutnya dari Kwarda Sleman meliputi tali temali, semaphore, dan manajemen organisasi. Pada sesi manajemen organisasi, peserta dibekali pemahaman tentang bagaimana mengatur, mengelola, dan mengoordinasikan kegiatan Dewan Kerabat agar berjalan tertib, harmonis, dan berkelanjutan.
Pelantikan dan Ikrar
Di akhir kegiatan, seluruh anggota resmi mengikrarkan janji sebagai Pandu Hizbul Wathan. Mereka menyatakan kesiapan menjadi pribadi yang disiplin, bertanggung jawab, berakhlak mulia, dan siap mengabdi di lingkungan sekolah, masyarakat, serta Persyarikatan Muhammadiyah.
Melalui LDKP Hizbul Wathan 2026 ini, diharapkan anggota Dewan Kerabat mampu menjalankan amanah dengan penuh integritas, meningkatkan kualitas organisasi, serta menjadi kader yang aktif dan solutif. Semangat kepemimpinan Islami yang tertanam dalam kegiatan ini diharapkan menjadi bekal berharga dalam perjalanan mereka sebagai Penghela Hizbul Wathan.

